Sabtu, 10 Juli 2010

Doggy Style Pramono Anung Birahi Menjelekkan SBY

Pramono: case of Andi Nurpati extends to the realm of Politics

Jakarta - Panja HOUSE over alleged falsification of documents MK had formed and was planning to call Andi Nurpati. Now the case of the alleged existence of a mosque in the HOUSE of REPRESENTATIVES has entered a new chapter in the political arena, broke through in the House.

Therefore, the alleviation of these cases were considered to be widespread. Take long to put together the opinion of the political party in the House with 9 a myriad of political interests.
“Right this way should be if the matter was soon dealt with these issues then Police not to enter into a political issue. So the matter became more widespread and the solution requires concentration and a more complex, “said Pramono Anung, Deputy Chairman of the HOUSE.
This delivered Pram memanggapi formation of Nurpati in the HOUSE of REPRESENTATIVES Panja Andi. It is delivered to the Pram detikcom, Thursday (16/6/2011).

Just look at such reasonable Pramono. Currently occupied an important position, Andi Nurpati in PD. Nurpati any Position Andi, he who belongs to the vital member of the ELECTION COMMISSION has now served as Chairman of the Division Kominfo DPP PD.
In addition, Andi Nurpati also just introduced himself as the spokesman of the PD, a breakthrough meant displacing Chairman Department of Kominfo PD, Ruhut Grégoire, who claimed himself as the spokesman of the PD.

Therefore Pram hope each party in the HOUSE of REPRESENTATIVES does not mempolitisir the case of Andi Nurpati. He hopes all parties recognize and return the alleviation of this case on the substance of the first. Thus the alleged existence of a case of alleviation haram in the House was ablaze.

“That is important to return this issue to its substance. Regardless, if indeed there is undue members will certainly be reversed its position, “he asserts.

Commission II has agreed to form a related alleged forgery Panja MK. some parties calling Panja planning related to these allegations, especially former Commissioner ELECTION COMMISSION which is now the Governing Democratic Party, Andi Nurpati.

“In the MK is Hasan (the staff of the COURT) and the ELECTION COMMISSION of course Mother Andi Nurpati. Banyaklah which will be called including Pak Mahfud (Chairman of the CONSTITUTIONAL COURT) as well, “said Vice Chairman of Commission II, Ganjar Pranowo Tuesday (2/6).

Short URL: http://www.divisional.org/?p=956

Kamis, 10 Desember 2009

Pre-emptive ala Presiden SBY pada 9 Desember 2009

Presiden SBY kali ini menang pada tanggal 9 Desember adu strategi dengan 100 jendral purnawirawan yang meeting di puncak. Namun kelihatannya sebentar lagi balasan mereka akan terjadi!

Senin, 19 Oktober 2009

Jendral Sutanto jadi Kepala BIN, Polri Lebih Bagus?


Jakarta - Selama tiga hari audisi, sudah 36 orang yang dipanggil SBY sebagai calon menteri atau pejabat setingkat menteri. Posisi 34 menteri sudah terisi semua, plus 2 pejabat setingkat menteri. Berikut perkiraan susunan kabinet SBY-Boediono yang disebut SBY sebagai Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II:

1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono

4. Mensesneg: Sudi Silalahi
5. Menneg PAN: Gamawan Fauzi
6. Menkeu: Sri Mulyani
7. Mendag: Mari Elka Pangestu
8. Mendiknas: Mohammad Nuh
9. Menag: Suryadharma Ali
10. Menkominfo: Tifatul Sembiring
11. Menteri Koperasi & UKM: Syarif Hasan
12. Menneg Pora: Andi Mallarangeng
13. Menneg PDT: Helmy Faishal Zaini
14. Menbudpar: Jero Wacik
15. Menakertrans: Muhaimin Iskandar
16. Mendagri: EE Mangindaan
17. Menkes: Nila Juwita Anfasa Moeloek
18. Mensos: Salim Segaf Al Jufri
19. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
20. Menpera: Suharso Manoarfa
21. Menhut: Zulkifli Hasan
22. Menkum HAM: Patrialis Akbar
23. Menneg PP & Urusan Anak: Linda Agum Gumlar
24. Menristek: Suharna Suryapranata
25. Menneg LH: Gusti Muhammad Hatta
26. Menteri PU: Djoko Kirmanto
27. Menperin: MS Hidayat
28. Menteri ESDM: Darwin Saleh
29. Menhan: Purnomo Yusgiantoro
30. Mentan: Suswono
31. Menhub: Freddy Numberi
32. Menlu: Marty Natalegawa
33. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
34. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana

Jabatan setingkat menteri:

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan


Dalam pantauan wartawan, masih ada sejumlah calon menteri yang masih belum terlalu jelas posisinya. Sebagai contoh, Gamawan Fauzi, belum diketahui pasti apakah diplot sebagai Mendagri atau Menneg PAN. Hal yang sama juga terjadi pada EE Mangindaan. Namun, bisa dipastikan bahwa dua posisi itu akan ditempati Gamawan dan EE Mangindaan.

Dengan terisinya 34 pos menteri, maka peluang kader PDIP untuk menjadi menteri KIB II sangat-sangat tipis. Padahal, PDIP akan memutuskan melakukan koalisi atau tidak di pemerintahan SBY-Boediono akan ditentukan Selasa (20/10/2009) besok.

Hingga pukul 18.15 WIB, Senin (19/10/2009), tidak ada lagi calon menteri yang datang ke Cikeas. Armida Alisjahbana merupakan calon menteri yang terakhir menjalani fit and proper test. Sedangkan pada Selasa, Kuntoro Mangkusubroto akan dipanggil SBY di Istana Negara. Kuntoro akan dipercaya menjabat jabatan setingkat menteri.

Jendral Sutanto jadi Kepala BIN, Polri Lebih Bagus?

Jakarta - Selama tiga hari audisi, sudah 36 orang yang dipanggil SBY sebagai calon menteri atau pejabat setingkat menteri. Posisi 34 menteri sudah terisi semua, plus 2 pejabat setingkat menteri. Berikut perkiraan susunan kabinet SBY-Boediono yang disebut SBY sebagai Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II:

1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono

4. Mensesneg: Sudi Silalahi
5. Menneg PAN: Gamawan Fauzi
6. Menkeu: Sri Mulyani
7. Mendag: Mari Elka Pangestu
8. Mendiknas: Mohammad Nuh
9. Menag: Suryadharma Ali
10. Menkominfo: Tifatul Sembiring
11. Menteri Koperasi & UKM: Syarif Hasan
12. Menneg Pora: Andi Mallarangeng
13. Menneg PDT: Helmy Faishal Zaini
14. Menbudpar: Jero Wacik
15. Menakertrans: Muhaimin Iskandar
16. Mendagri: EE Mangindaan
17. Menkes: Nila Juwita Anfasa Moeloek
18. Mensos: Salim Segaf Al Jufri
19. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
20. Menpera: Suharso Manoarfa
21. Menhut: Zulkifli Hasan
22. Menkum HAM: Patrialis Akbar
23. Menneg PP & Urusan Anak: Linda Agum Gumlar
24. Menristek: Suharna Suryapranata
25. Menneg LH: Gusti Muhammad Hatta
26. Menteri PU: Djoko Kirmanto
27. Menperin: MS Hidayat
28. Menteri ESDM: Darwin Saleh
29. Menhan: Purnomo Yusgiantoro
30. Mentan: Suswono
31. Menhub: Freddy Numberi
32. Menlu: Marty Natalegawa
33. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
34. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana

Jabatan setingkat menteri:

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan


Dalam pantauan wartawan, masih ada sejumlah calon menteri yang masih belum terlalu jelas posisinya. Sebagai contoh, Gamawan Fauzi, belum diketahui pasti apakah diplot sebagai Mendagri atau Menneg PAN. Hal yang sama juga terjadi pada EE Mangindaan. Namun, bisa dipastikan bahwa dua posisi itu akan ditempati Gamawan dan EE Mangindaan.

Dengan terisinya 34 pos menteri, maka peluang kader PDIP untuk menjadi menteri KIB II sangat-sangat tipis. Padahal, PDIP akan memutuskan melakukan koalisi atau tidak di pemerintahan SBY-Boediono akan ditentukan Selasa (20/10/2009) besok.

Hingga pukul 18.15 WIB, Senin (19/10/2009), tidak ada lagi calon menteri yang datang ke Cikeas. Armida Alisjahbana merupakan calon menteri yang terakhir menjalani fit and proper test. Sedangkan pada Selasa, Kuntoro Mangkusubroto akan dipanggil SBY di Istana Negara. Kuntoro akan dipercaya menjabat jabatan setingkat menteri.

Pengikut